UAS-5 My Professional Reviews

Refleksi Dua Arah: Evaluasi Diri oleh AI & Penilaian Kritis Terhadap Kolega

UAS-5: The Reviewer & The Reviewed


1. Pendahuluan: Metodologi Evaluasi

Halaman ini mendokumentasikan proses evaluasi menyeluruh (360-degree review) untuk mata kuliah Komunikasi Interpersonal dan Publik. Evaluasi dilakukan dalam dua dimensi:

  1. Self-Assessment (AI-Powered): Saya menggunakan Artificial Intelligence (Claude 3.5 Sonnet) untuk mengaudit karya saya sendiri secara objektif.
  2. Peer-Assessment (Human-Review): Saya berperan sebagai evaluator untuk menilai dan mengkritisi karya dari tiga rekan sejawat saya (Yumna, Faizal, dan Daniel).

Panduan penilaian yang digunakan mengacu pada standar rubrik resmi: 📄 Panduan Evaluasi Esai Berdasarkan Rubrik.


2. Dimensi 1: Self-Assessment (AI Audit)

Pada tahap ini, saya menyerahkan seluruh draf UAS 1-4 saya kepada AI untuk dinilai. Tujuannya adalah mendapatkan umpan balik yang “dingin”, logis, dan bebas dari bias subjektif saya sendiri.

Hasil Audit AI terhadap Karya Saya:

Project Topik Skor AI Predikat
UAS-1 My Concepts (Arsitektur TISE) 15/20 Visionary but Abstract
UAS-2 My Opinions (Etika AI) 19/20 Highly Persuasive
UAS-3 My Innovations (VeriPax) 19/20 Mature Implementation
UAS-4 My Knowledge (Resilience) 20/20 Perfect Execution

💡 Insight Utama dari AI:

AI menyoroti bahwa kekuatan utama saya adalah eksekusi teknis dan pedagogi (UAS-3 & UAS-4). Namun, AI memberikan kritik valid pada UAS-1, menyatakan bahwa konsep filosofis saya masih memerlukan bukti empiris (validitas) yang lebih kuat agar tidak sekadar menjadi teori di atas kertas.

Note📂 Bukti Audit AI

Detail lengkap kritik dan saran dari AI dapat dilihat di sini: 📄 Laporan Audit AI Lengkap (PDF)


3. Dimensi 2: Peer-Assessment (My Review of Others)

Pada tahap ini, saya memposisikan diri sebagai evaluator profesional. Saya menilai karya tiga rekan saya.

Proses ini melatih saya untuk melihat bagaimana ide yang sama (Digital Peacekeeping) dieksekusi dengan gaya berpikir yang berbeda-beda oleh orang lain.


4. Kesimpulan & Refleksi Akhir

Melalui proses “Dinilai oleh AI” dan “Menilai Rekan”, saya menyadari satu hal penting:

“Objektivitas itu sulit, tetapi pola selalu terlihat.”

Ketika saya menilai teman-teman (Peer Assessment), saya cenderung mencari bukti nyata dan kejelasan. Ironisnya, itulah hal yang sama yang dikritik oleh AI terhadap karya UAS-1 saya sendiri.

Proses ini mengajarkan saya bahwa sebagai reviewer, kita sering kali lebih jeli melihat kekurangan orang lain daripada kekurangan diri sendiri. Bantuan AI dalam Self-Assessment menjadi cermin yang jujur untuk menutupi blind-spot tersebut.


Transparansi Data: Data mentah penilaian peer assessment yang saya lakukan dapat diunduh melalui tautan berikut: